Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tingkat Keanekaragaman Hayati #2

Materi kelas 10 SMA semester 1: Keanekaragaman tingkat jenis/spesies, dan ekosistem, serta contohnya.

Assalamualaikum, Hai Bioranger. Terima kasih atas kunjungan kalian ke artikel ke-4 dari bfl. Artikel ini adalah kelanjutan artikel sebelumnya yang berjudul Tingkat Keanekaragaman Hayati 1 yang membahas keanekaragaman tingkat gen.

Nah, karena topiknya adalah kelanjutan, maka pada kesempatan ini bfl akan menjelaskan tentang keanekaragaman tingkat jenis dan ekosistem. Yuk, ikuti penjelasannya...

Bioranger sudah tahu 'kan apa itu keanekaragaman hayati? Ya, keanekaragaman hayati adalah variasi makhluk hidup. Selain variasi itu ada pada tingkat gen yang menyebabkan organisme dalam satu spesies berpenampilan berbeda, ternyata ada level yang lebih tinggi lagi, yaitu tingkat jenis dan ekosistem.

Keanekaragaman Tingkat Jenis

Di bumi ini, selain ada manusia juga terdapat banyak sekali jenis makhluk hidup mulai dari yang paling kecil seperti bakteri hingga yang berukuran besar dan kompleks seperti manusa. Hal tersebut disebabkan tidak hanya karena keragaman genetiknya, melainkan juga asal-usul keturunannya, struktur selnya, habitatnya, dan interaksinya dengan lingkungan. Hal ini mengakibatkan setiap organisme dengan jenis berbeda tidak dapat dikawinkan untuk menghasilkan keturunan yang fertil. Nah, itulah yang disebut keanekaragaman tingkat jenis.

sapi kerbau

Sederhananya, keanekaragaman tingkat jenis adalah variasi makhluk hidup yang menyebabkan suatu individu berbeda spesies dengan individu lainnya. Contohnya Sapi dan Kerbau, meski berpenampilan sama, tetapi secara keturunan, Sapi berasal dari Eropa sedang kerbau asli Asia. Perbedaan keturunan ini sudah cukup untuk menjadikan sapi dan kerbau berbeda jenis atau spesies.

gajah asia afrika

Contoh lain dari keanekaragaman tingkat jenis adalah Gajah Afrika dan Gajah Asia, meski sama-sama gajah, tetapi keduanya berbeda jenis dikarenakan penampilan yang berbeda akibat adaptasi dengan lingkungannya. Gajah Afrika memiliki kepala yang lebih lebar dan datar disertai telinga yang sangat lebar sebagai adaptasi pada lingkungan beriklim panas, sedangkan Gajah Asia berkepala lebih bulat dan berpunuk disertai telinga yang lebih kecil.

Selain itu, beberapa contoh di bawah mungking dapat membantuk kamu menemukan dan memahami keanekaragaman hayati tingkat jenis.
  • Keragaman ayam, seperti ayam kampung dan sejenisnya dengan ayam kalkun
  • Keragaman keluarga kucing, seperti kucing, singa, harimau, macan tutul, dll.
  • Keragaman keluarga anjing, seperti anjing, serigala, coyote.
  • Keragaman rerumputan, seperti rumput, ilalang, padi, jagung, tebu, bambu.
  • Keragaman keluarga palem, seperti kelapa hijau, sawit, salak, palem, aren, kurma, dll.
  • Keragaman buah jeruk, seperti jeruk limau, jeruk bali, jeruk keprok, dan jeruk nipis.
Itulah beberapa contoh keanekaragaman hayati tingkat jenis, tentunya masih ada banyak sekali yang belum disebutkan. Namun untuk memudahkan mengingatnya adalah bahwa organisme yang berada pada keanekaragaman tingkat jenis memiliki spesies yang berbeda sehingga tampilan fisiknya pun cenderung cukup berbeda.

Paham, 'kan? Kita lanjut ya...

Kenakearagaman Tingkat Ekosistem

Ekosistem adalah sebuah timbal balik antara individu dengan lingkungannya, baik dengan lingkungan biotik sejenis atau lain jenis, ataupun dengan lingkungan abiotik. Hubungan timbal balik itu berpengaruh bagi kehidupan organisme, dan dalam waktu yang kontinu mengiringi kehidupannya. Sebagai contoh, manusia memiliki hubungan timbla balik dengan hewan atau tumbuhan dalam hal memenuhi kebutuhan makanan, sedangkan manusia membutuhkan oksigen untuk menghasilkan energi. Semua itu terjadi dalam lingkup ekosistem.

Ekosistem yang satu dengan yang lain meski berada pada wilayah yang sama menunjukkan adanya perbedaan dikarenakan komponen biotik dan abiotiknya berebeda pula. Hal tersebut bergantung pada ketinggian/kedalaman, iklim, vegetasi (tumbuhan), kelembaban, intensitas cahaya dan lamanya penyinaran, kadar air, dan curah hujan. Perbedaan itu tentu akan mengakibatkan perbedaan interaksi di dalamnya, termasuk rantai makanan.

Sebagai contoh, ekosistem sawah dengan vegetasi utamanya adalah padi yang berbatasan langsung dengan ekosistem sungai yang tidak bervegetasi melainkan memiliki produser berupa fitoplankton. Perbedaan kondisi keduanya menyebabkan ekosistem keduanya berbeda. Di sawah, suhu relatif lebih tinggi dibandingan di sungai, namun kelebaban di sungai lebih tinggi daripada di sawah. Hewan herbivor yang hidup di sawah juga berbeda dengan yang hidup di sungai, seperti tikus dan burung pemakan biji, serta belalang, sedangkan di sungai herbivornya umumnya adalah ikan.

Jika pada ekosistem yang kecil seperti sawah dan sungai saja sudah menunjukkan perbedaan yang banyak, tentunya akan lebih bervariasi lagi jika ekosistem yang lebih besar yang disebut bioma. Berikut beberapa macam ekosistem bioma darat yang bfl rangkum untuk Bioranger semua.

JENIS BIOMA DARAT
tundra

Tundra

Terletak di dekat kutub sehingga iklimnya sangat dingin dan kering. Penyinaran matahari tidak sepanjang tahun dan sebagian daratan dan air tertutup es. Didominasi oleh lumut dan hewan-hewan seperti muscox, beruang kutub, reindeer (rusa kutub), dan penguin.

taiga

Taiga

Masih dekat dengan kutub namun memiliki udara lebih lembab, sehingga beberapa jenis konifer dapat tumbuh. Vegetasi dominan adalah konifer dengan hewan masih sama dengan hewan penghuni tundra, tetapi dapat juga ditemukan tupai, kelinci, serigala, dan beberapa tipe unggas.

hutan gugur

Hutan Gugur

Terletak pada wilayah kontinen yang beriklim sedang dengan 4 musim (semi, panas, gugur, dan dingin). Jarak antarpohon dalam hutan yang berjarang dengan spesies yang tidak begitu beragam. Contoh hewan adalah panda, musang, beruang hitam, tupai (glider), bison, dan lain-lain.

padang rumput stepa

Padang Rumput Stepa

Terletak di iklim sedang - tropis dengan kadar air dan curah hujan yang rendah, serta didominasi oleh rumput pendek yang luas tanpa pepohonan. Contoh hewan seperti rusa, antelop, kambing, kuda, ular, dan harimau.

padang rumput savana

Padang Rumput Savana

Terletak di wilayah tropis - subtropis yang curah hujan tahunan sangat rendah dan kadar air sedikit, Namun masih dapat dijumpai beberapa pepohonan. Biodiversitasnya tinggi dengan hewan seperti singa, jerapah, hyena, zebra, antelop, kera, ular, dan sebagainya. Ekosistem savana terluas ada di Afrika.

hutan hujan tropis

Hutan Hujan Tropis

Terletak di sekitar garis khatulistiwa dan beriklim tropis dengan dua musim utama (hujan - kemarau) yang sama rata. Penyinaran matahari sepanjang tahun dan curah hujan yang tinggi (>1000 mm). Vegetasi sangat beragam dengan hutan kanopi yang berumur panjang. Hewan sangat banyak seperti gajah, harimau, beruang, ular, buaya, kera, unggas, dan amphibi.

gurun

Hutan Gurun

Terletak di sekitar garis khatulistiwa dengan tingkat penguapan yang tinggi serta berpasir. Perubahan suhu siang dan malam sangat ekstrem. Vegetasi beradaptasi dengan daun terduksi dan batang yang mampu menahan air, serta akar yang luas seperti kaktus, pohon darah naga, palem, dan bawang gurun. Hewan banyak dari kelompok kadal dan ular, serta kalajengking, beberapa hewan besar seperti unta, dab, dan singa.


Nah itu tadi penjelasan tentang berbagai macam ekosistem darat yang ada di bumi kita tercinta. Untuk ekosistem air akan ada bahasan khususnya ya di artikel bfl selanjutnya, insyaallah.

Bagaimana Bioranger, luar biasa, 'kan ciptaan Allah ini? Alam semesta yang menyajikan keberagaman makhluk hidup membuat kita tidak pernah selesai untuk mempelajarinya. Sebuah karunia yang berharga. Sepatutnya karunia ini kita jaga bersama ya Bioranger.

Oke, itulah bahasan keanekaragaman hayati yang terbagi menjadi 2 artikel ini. Semoga bermanfaat ...

Posting Komentar untuk "Tingkat Keanekaragaman Hayati #2"