Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sistem Pencernaan Makanan Manusia

Materi Kelas 11 semester 1. Sistem Pencernaan. Organ pencernaan dan proses pencernaan pada manusia, serta enzim-enzim pencernaan yang terlibat di dalamnya.

PENGERTIAN SISTEM PENCERNAAN

Assalamualaikum, Hai Bioranger, gimana nih PAS nya? Selamat 'kan? Hehehehe...
Semoga hasilnya memuaskan ya.. Tapi yang terpenting dari itu adalah ketekunan kalian dalam belajar dan kejujuran kalian saat ujian. Betul 'kan Bioranger?

Oke, kita akan masuk ke topik kali ini, yaitu Sistem Pencernaan. Wah, ini adalah sistem yang membuat kita dapat menikmati lezatnya berbagai macam makanan yang ada. Bioranger pasti sudah pada tahu beberapa hal terkait sistem pencernaan ini. Nah, kali ini kita akan bahas organ apa saja sih yang terlibat dalam pencernaan makanan yang kita makan.

Penasaran 'kan? Yuk kita ikuti pembahasannya!

Sebelum kita masuk ke materi organ pencernaan makanan, kita harus menyamakan persepsi dulu nih tentang sistem pencernaan itu. Sistem pencernaan adalah sistem yang bertanggung jawab dalam hal-hal berikut ini:
  1. Menghancurkan makanan secara mekanis, yaitu melumat makanan dengan struktur fisik tubuh seperti gigi, lidah, dan otot-otot lambung.
  2. Menyederhanakan zat-zat makanan secara kimiawi, yaitu memecah senyawa makanan menjadi bentuk paling sederhananya menggunakan enzim dan zat kimia lain yang dihasilkan oleh tubuh
  3. menyerap sari-sari makanan, yaitu menyerap hasil pemecahan zat makanan menjadi nutrisinya ke aliran darah.
  4. Membuang sisa-sisa bahan makanan, yaitu zat-zat makanan yang tidak tercerna dan terserap dengan baik akan dibusukkan dan dialirkan ke luar tubuh.
ORGAN PENCERNAAN

Organ pencernaan terdiri atas 2 kelompok, yaitu:
  1. Kelompok saluran pencernaan, yaitu organ yang dilalui oleh makanan dan menjadi tempat terjadinya proses pencernaan dan penyerapan makanan berlangsung.
  2. Kelompok kelenjar pencernaan, yaitu organ yang dilalui ataupun tidak dilalui makanan dan menghasilkan zat kimia atau enzim untuk membantu pemecahan zat makanan secara kimiawi.
Berikut ini adalah gambar organ-organ pencernaan pada manusia:

sistem pencernaan

PROSES PENCERNAAN

Secara singkat, proses pencernaan pada manusia terjadi melalui saluran-saluran berikut ini:
  1. Rongga Mulut. Makanan dihancurkan dengan cara pengunyahan oleh gigi dan lidah. Amilum diubah menjadi maltosa (2-glukosa) oleh enzim Ptialin. Kemudian ditelan.
  2. Esofagus. Makanan yang telah dikunyah dan ditelan akan dihantarkan oleh esofagus (kerongkongan) melalui gerakan persitaltik dinding esofagus menuju lambung. Makanan dari esofagus ini disebut bolus (bola makanan).
  3. Lambung. Bolus makanan yang telah masuk ke lambung akan terendam dalam cairan HCl yang memiliki pH <2 (sangat asam). Kondisi asam merupakan faktor pemicu kerja enzim Pepsin dan Renin. Selanjutnya makanan akan dilumat kembali oleh dinding lambung. Bersamaan dengan itu, protein-protein dalam makanan akan dipecah menjadi (pepton) peptida-peptida oleh enzim pepsin. Beberapa protein susu digumpalkan oleh enzim rennin untuk kemudian dipecah oleh pepsin menjadi peptida-peptida. Makanan yang telah hancur (kimus) akan dikeluarkan secara bertahap menuju usus 12 jari (usus halus).
  4. Usus Halus - usus 12 jari (duodenum). Usus 12 jari memiliki panjang +- 30 cm. Kimus makanan dalam kondisi asam masuk ke usus 12 jari, memicu kantung empedu dan pankreas mengeluarkan garam-garamnya bertujuan untuk menetralisir asam yang dibawa makanan dan juga memicu penghentian kerja lambung. Setelah kondisi kimus menjadi sedikit basa, barulah enzim-enzim pencernaan dari pankreas dikeluarkan menuju usus 12 jari. Enzim amilase memecah amilum menjadi maltosa, lipase memecah lemak teremulsi menjadi asam lemak dan gliserol, tripsin memecah protein dan peptida lain menjadi asam amino.
  5. Usus Halus - usus kosong (jejunum). Tentunya usus 12 jari tidak cukup panjang untuk menyelesaikan tugasnya. Maka kelanjutan pencernaan secara kimiawi dilanjutkan pada usus kosong. Dinding usus kososng juga menghasilkan beberapa enzim, seperti maltase untuk memecah maltosa menjadi glukosa, laktase untuk memecah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa, erepsin untuk memecah pepton menjadi asam amino. Usus kosong memiliki panjang +- 3 meter.
  6. Usus Halus - usus penyerapan (ileum). Setelah pencernaan berlangsung cukup panjang di usus kosong, selanjutnya makanan yang telah hancur masuk ke usus penyerapan. Usus ini memiliki panjang +- 3 meter dengan dinding yang berlipat-lipat membentuk jonjot. Struktur ini membantu penyerapan makanan lebih efisien. Tidak semua zat makanan diserap di bagian usus ini, seperti kebanyakan air, garam mineral, vitamin, serta serat akan diteruskan ke usus besar.
  7. Usus Besar (Kolon). Sisa penyerapan makanan dari usus halus akan diteruskan ke usus besar. Usus besar memiliki panjang +- 1.5 meter dengan saluran naik (ascendent), mendatar, dan turun (descendent) dengan akhir berupa rektum dan anus. Penyerapan air, garam mineral, dan vitamin sebagian besar terjadi pada usus ini. Sisa makanan lain akan dibusukkan menjadi feses (tinja) oleh bantuan bakteri simbion Eschericia coli agar lebih aman untuk dibuang ke lingkungan. Rektum adalah tempat penampungan sementara feses sebelum akhirnya dibuang melalui anus.
GAMBAR STRUKTUR ORGAN PENCERNAAN

Gambar 1 Struktur Gigi

struktur gigi

Keterangan:
  1. Email, lapisan keras pelindung gigi.
  2. Dentin (tulang gigi)
  3. Pulpa, rongga gigi yang mengandung 
  4. pembuluh darah dan saraf.
  5. Sementum, lapisan luar akar gigi.
  6. Gusi
Gambar 2 Kelenjar Saliva

kelenjar saliva

Keterangan
  1. Parotis --> menghasilkan air dan enzim ptialin
  2. Sublingualis --> menghasilkan air dan lendir
  3. Submandibularis --> menghasilkan air dan lendir
Gambar 3. Esofagus

kerongkongan, esofagus

Gerakan peristaltik kerongkongan akan menekan dan membentuk makanan menjadi bolus.

Gambar 4. Lambung

lambung

Keterangan:
  1. Kardia, bagian lambung atas dekat jantung.
  2. Fundus, bagian lambung tengah yang membulat.
  3. Pilorus, bagian lambung bawah dekat usus.
  4. Rugae, adalah membran mukosa berbentuk lekuk-lekuk yang berfungsi melindungi dinding lambung dari abrasi asam lambung.  
  5. Sfingter esofageal, yaitu katup yang menjaga agar makanan yang masuk tetap berada di lambung. 
  6. Sfingter pilorus, yaitu katup yang menjaga makanan agar tidak keluar sebelum pencernaan selesai.
Gambar 4. Usus 12 Jari, Hati, Kantung Empedu, dan Pankreas

hati, pankreas, usus 12 jari

Keterangan:
  1. Hati menghasilkan empedu lalu ditampung di kantung empedu
  2. Masuknya makanan di pilorus lambung akan memicu usus 12 jari mengeluarkan kolosistokinin (CCK) untuk merangsang kantung empedu mengeluarkan garam-garamnya yang bertujuan untuk mengemulsi lemak agar mudah dicerna.
  3. Lewatnya makanan di sfingter pilorus lambung memicu usus 12 jari mengeluarkan sekretin untuk merangsang pankreas mengeluarkan garam-garam pankreas yang berisi NaHCO3 untuk menetralisir pH kimus yang asam menjadi sedikit basa sehingga enzim pencerna lemak dapat bekerja.
  4. Sekretin juga berguna untuk menstimulasi penghentian kerja lambung.
  5. Selanjutnya pankreas mengeluarkan enzim penceraan andalanya (amilase, lipase, dan tripsin)
Gambar 5 Usus Penyerapan (ileum)

usus halus, jonjot

Jonjot usus halus memberikan kesempatan bagi usus untuk menyerap makanan lebih banyak.

Gambar 6 Usus Besar (kolon)

usus besar, kolon

Banyak orang menganggap usus buntu yang sebenarnya adalah appendiks (umbai cacing), salah satu nodulus limfatik yang berperan sebagai markas sel darah putih. Sedangkan usus buntu yang sebenarnya adalah sekum, yaitu tempat jatuhnya makanan saat pertama kali masuk ke usus besar.

Nah, itulah pembahasan tentang sistem pencernaan. Gimana, sudah paham kan Bioranger? Jadi, sistem pencernaan kita bekerja keras dan terkoordinir untuk memastikan nutrisi dari makanan yang kita makan terserap dengan optimal. Oleh karena itu, mari kita jaga sistem pencernaan kita agar dapat selalu menjalankan tugasnya dengan lancar ya Bioranger.

Posting Komentar untuk "Sistem Pencernaan Makanan Manusia"